DI MASA DEPAN ASURANSI TRADISIONAL AKAN MENGALAHKAN UNITLINK

DI MASA DEPAN ASURANSI TRADISIONAL AKAN MENGALAHKAN UNITLINK

By : -

Di lapangan saya beberapa kali bertemu dengan orang yang sangat anti unitlink, biasanya adalah orang yang yang sudah agak melek secara financial.

Biasanya para agen baru langsung menjawab dan berargumen tentang segala keunggulan unitlink ketimbang tradisional.

Mana yang benar?

Unitlink berawal di Inggris tahun 1931 namun baru populer tahun 1960.

Masuk ke Indonesia tahun 1988.

Langsung menjadi primadona karena orang Indonesia tidak mau asuransi murni yang uangnya hangus.

Menurut data AAJI, tahun 2018 porsi tradisional 40,7% dan unitlink 59,3%.

Meskipun unitlink terus berkembang, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu memprediksi, dalam jangka panjang premi produk tradisional bakal lebih dominan.

Alasannya, pengetahuan masyarakat tentang asuransi jiwa makin meningkat.

Dengan adanya internet dan kemajuan teknologi, masyarakat akan paham kalau tujuan awal asuransi jiwa itu adalah untuk memproteksi diri.

Inilah yang harus banyak di edukasi kepada masyarakat tentang tujuan utama asuransi.

Yakni proteksi.

Bagi agen asuransi sebenarnya lebih aman menjual tradisional karena tidak akan khawatir oleh nilai tunai atau hasil investasi.

Untuk agen baru mungkin belum terasa, tapi untuk para agen asuransi yang sudah lama, anggaplah mendekati 10 tahun, akan ketar-ketir karena nilai tunai saat ini biasanya lebih kecil dari pada ilustrasi.

Apalagi jika awal menjelaskan hanya fokus pada hasil investasi tinggi, tanpa menjelaskan kemungkinan hasil investasi rendah atau sedang.

Saya pun begitu dulunya.

Bagaimana solusinya?

Tidak ada cara lain, agen harus menjelaskan kondisi yang sebenarnya kepada nasabah.

Itu tanggung jawab profesional.

Dan itu yang saya lakukan.

Beberapa nasabah mungkin kecewa, itu konsekuensi akibat salah penjelasan di awal.

Anda harus siap bila nasabah marah-marah bahkan mungkin berencana untuk menutup polis nya.

Dengan penjelasan yang transparan dan logis pada akhirnya mereka akan bisa menerima.

Adapun opsi yang bisa diberikan diantaranya:

– Mengurangi proteksi.

Semakin banyak manfaat proteksi yang diambil tentu semakin besar pula biaya asuransi yang dibebankan.

Dan ini yang banyak tidak diketahui oleh nasabah.

Review kembali polisnya dan pilih mana yang betul-betul dibutuhkan.

Semakin banyak proteksi tentu semakin bagus, tapi lihat dulu kebutuhan dan kemampuan nasabah.

Berikan yang betul-betul vital.

Ini tentu berlaku untuk nasabah dengan premi kecil.

Untuk nasabah dengan premi besar, bisa dengan:

– Menambah premi.

– Menambah investasi (top-up).

– Merubah komposisi premi dan saver.

– Merubah penempatan investasi ke instrumen yang lebih menguntungkan.

– Bila nilai tunainya lumayan besar, bisa membeli polis baru khusus untuk investasi, tentu dengan mempertimbangkan biaya asuransi polis lama.

Itulah beberapa pilihan.

Kondisi di lapangan sesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Pastikan mereka memahami konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil.

Tugas Anda adalah memberikan nasihat terbaik sebagai perencana keuangan.

Kembali ke bahasan bahwa di masa depan tradisional akan mengalahkan unitlink, kenapa tidak mulai mempelajari lebih mendalam tentang tradisional.

Toh sekarang ada kok produk tradisional yang memberikan jaminan uang kembali dan proteksi terjamin.

Bila ada resiko maka akan mendapatkan uang pertanggungan yang besar.

Bila tidak ada resiko maka premi bisa kembali utuh 100% setelah 20 tahun.

Bila sampai usia 88 tahun tidak ada resiko, maka uang pertanggungan tetap akan diberikan.

Jadi tetap untung kan.

“Tapi saya nggak mau bayar premi sampai belasan tahun”.

Jangan khawatir.

Anda punya pilihan waktu membayar premi 5,10 atau 15 tahun.

“Mahal nggak tuh?”

Produk tradisional ini bisa dimiliki mulai dari 300/bulan.

Tentu disesuaikan dengan usia dan manfaat yang diinginkan.

Kata siapa tradisional tidak menarik, ini buktinya.

Tertarik?

Hubungi perencana keuangan Anda.

http://amp.kontan.co.id/news/premi-asuransi-jiwa-tradisional-tumbuh-lebih-rendah-dari-unitlink?__twitter_impression=true

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *