Jangan Ketinggalan Informasi

Jangan Ketinggalan Informasi

By : -

Belum lama ini saya ketemu dengan orang yang tahu banyak tentang keuangan khususnbisaya investasi.

Darinya saya belajar tentang investasi reksadana, logam mulia saham dll.

Nah giliran bicara asuransi, ternyata banyak pemahamannya yang sudah out of date.

Ibarat hp, kayak masih pake BlackBerry aja.

Emang gak semua sih.

Misal :

“asuransi adalah proteksi, bukan tabungan/investasi”

Saya sependapat dengan hal ini.

Di lapangan banyak oknum agen asuransi yang getol bilang asuransi adalah investasi.

Ini kesalahan yang amat fatal.

Apalagi yang promosi hanya ‘menabung’ 350rb selama 5 tahun akan jadi milyaran dalam 25 tahun.

Dari kata ‘menabung’ saja sudah salah kaprah.

Tabungan adalah produk perbankan, bukan asuransi.

Saya pernah diprospek oleh agen model begini.

Dengar nya aja sudah geleng2 kepala.

Dan mereka ini banyak yang tidak punya lisensi AAJI, tapi berani jualan produk asuransi.

Nekat…

Kembali ke ahli keuangan tadi.

Pas dia bilang bahwa:

“masuk asuransi itu uangnya pasti hangus. Nggak mungkin balik”,

berarti ada informasi tentang perkembangan atau produk asuransi terbaru yang dia belum tahu.

Atau ngomong:

“mana ada bayar asuransi 10 tahun diproteksi seumur hidup”.

Mungkin dia belum tahu ada lho asuransi yg bayarnya cuma 5 tahun, tapi dilindungi sampai usia 88.

Tidak ada satupun produk yang bisa memenuhi semua kebutuhan.

Termasuk produk keuangan dan asuransi.

Tiap produk diciptakan untuk memenuhi satu kebutuhan khusus.

Dan senantiasa ada penyempurnaan sesuai kondisi dan kebutuhan pasar.

Kayak HP aja, dulu cuma bisa buat telponan dan sms aja.

Sekarang HP bisa melakukan apapun yang dulu dianggap mustahil.

Begitupun produk asuransi.

Dulu…masuk asuransi uangnya pasti hangus.

Sekarang? Tidak lagi, tergantung produk yang diambil.

Baiknya sih kita selalu mengedukasi konsumen dengan pemahaman yang tepat.

Beritahu latar belakang nya, plus minusnya.

Bukan dengan melempar bola panas tanpa penjelasan.

Misalnya:

Apa sih beda tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan?

Ini yang banyak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Niatnya mau beli tabungan pendidikan malah masuk asuransi, ya jelas keliru.

Soal ini saja masih banyak agen yang juga belum melek.

Biasanya agen baru, jarang training dan cuma ngejar closing.

Ujung-ujungnya pas nasabah kecewa efeknya kemana mana.

Memang masih banyak persepsi negatif tentang asuransi.

Salah satunya akibat penjelasan yang tidak detail dan transparan.

Misalnya biaya administrasi, biaya asuransi dan biaya akuisisi serta biaya pengelolaan investasi (khususnya unit link).

Dan ini diperparah dengan kelakuan oknum agen yang cuma kejar komisi tapi abai dengan kebutuhan nasabah.

Tapi tidak semua lho.

Masih banyak kok yang melayani dengan hati, mengutamakan kepentingan nasabah dan mengutamakan misi, bukan komisi.

Demikianlah adanya.

Demikianlah kenyataannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *