Nasabah Manja

Nasabah Manja

By : -

Jika mobil yang kita beli rusak/mogok, kita akan langsung datang ke bengkel dan tidak menghubungi sales mobilnya.

Jika rumah yang kita beli perlu di renovasi, kita akan langsung cari tukang bangunan dan tidak cari marketing rumahnya.

Jika ATM tertelan di mesin, kita akan langsung menghubungi call center Bank dan tidak cari CSO Bank nya.

Kalau kartu kredit Anda bermasalah, kita tidak akan mencari salesnya tapi langsung menghubungi Bank penerbitnya.

Itu berlaku di hampir semua produk barang dan jasa yang kita beli.

Tapi…..

Bila sudah menyangkut asuransi, terjadi anomali.

Nasabah seolah-olah berubah jadi orang yang tidak tahu apa-apa, bingung bahkan panik. Yang terpikir HANYA menghubungi agen nya.

Iya kalau pas agennya langsung ngangkat telepon, kalau nggak diangkat langsung timbul buruk sangka, emosi , marah-marah.

Belum lagi kalau agennya sudah tidak aktif.

“Dasar agen sialan, cuma mau duitnya doang, pas klaim susah dihubungi!”.

“Agen brengsek, pas komisi udah diterima langsung resign!”.

Dst dst.

Padahal klaim itu mudah.

Masuk rumah sakit?

Langsung saja hubungi perusahaan asuransinya atau provider nya.

Untuk klaim meninggal?

Ahli waris bisa mendownload formulir yang ada di web perusahaan.

Isi lengkap beserta berkas yang diminta lalu kirim ke perusahaan, maka otomatis klaim akan diproses.

Sesimple itu.

Apalagi dengan kemajuan teknologi hari ini semua bisa dipermudah.

Perusahaan berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik untuk nasabahnya.

Karena hakikatnya, polis adalah perjanjian antara nasabah (tertanggung) dengan tertanggung (perusahaan).

Bukan dengan agen.

“Kan janji agennya untuk siap melayani 24 jam kapanpun dimanapun”.

Hellow…. agen juga manusia, punya banyak urusan dan keperluan, bermacam karakter dan kelakuan.

Bukan malaikat atau orang suci yang tanpa cela.

Agen adalah penjual, pedagang, sales, marketing, penghubung perusahaan dengan nasabah.

Profesi agen asuransi sama seperti profesi penjual lainnya.

Banyak keluar masuk.

Belum lagi turn over agen di asuransi sangat tinggi.

Bisa jadi tertinggi diantara bisnis yang lain.

Pengalaman saya, agen yang bertahan biasanya hanya sekitar 10%.

Sisanya menguap entah kemana.

Agen bintang yang sukses dan sering posting foto jalan-jalan keluar negeri tidak sampai 1%.

Jadi untuk Anda para nasabah, lebih cerdas dan dewasalah.

Nggak usah baperan kalau agen Anda susah dihubungi/resign.

Sepanjang polis Anda aktif, Anda berhak mendapat pelayanan sesuai isi polis.

Dengan ataupun tanpa agen.

Maka pastikan Anda memahami isi polis dan alur klaim.

Lupa atau agennya nggak ada?

Buka google, cari informasi dan hubungi langsung perusahaan.

Simple kok.

Sama seperti kalau ATM Anda tertelan. Langsung hubungi Bank.

Untuk Anda para agen, bertanggungjawablah atas janji Anda.

Plus didik nasabah Anda untuk mandiri.

Sehingga seandainya Anda sudah keluar, nasabah tidak bingung atau kecewa.

Be smart.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *